Sumber : Lonely Planet |
Drama
Turkey Menjamur, Jadi Ingin ke Turkey begitulah pemikiran yang ada dibenakku.
Kenapa tidak? Nama-nama kota besar yang disebutkan dalam film drama Turkey
membuatku terus tergoda untuk melihat keindahan apa yang ada di Turkey. Apalagi
lokasi Turkey yang cukup menarik yakni di ampit dua benua, Benua Europe dan
Benua Asia.
Nama-nama
daerah yang tersohor dalam film Drama Turkey tidak lepas dari Istanbul, Izmir,
Bursa. Tentu saja, saat melihat negara Turkey di google imagine. I fall in love
to see that country! Alasannya, that is wonderful place to holiday there. Ok,
aku memang sang gadis pemimpi. Saat melihat gambar-gambar di internet, aku
langsung melamun. Padahal, sudah lama ingin menuliskan mengenai liburanku ke
Turkey, setelah sebelumnya berhayal pergi ke Nagoya, Japang.
Sumber : Cheria Travel |
Karena sebelumnya aku belum pernah tur ke
Europe, apalagi bahasa Turkey itu termasuk bahasa Urdu, yang pastinya aku tidak
memahaminya. Apalagi mereka tidak semuanya bisa berbahasa inggris. Sok tau ya
aku? Ini bukan tanpa alasan lho, lha artis drama Turkey saat di undang ke
Indonesia, mereka sama sekali tidak bisa berbahasa inggris, mereka menggunakan
bahasa Turkey. Terus mereka bercakap-cakap bahasa inggris hanya satu, dua patah
saja. Bagaimana dengan penduduk Turkey?
Tidak mau
ambil resiko liburan ke Turkey tersesat, apalagi dalam film-film drama, disana
termasuk kota yang seram terhadap penjualan wanita hahaha. Berdasarkan film
yang kutonton lho. 101 malam J jadinya,
untuk pertama kali menginjakan kaki ke Turkey. Ada baiknya menggunakan salah
satu agen travel yang terpercaya. Pilih-pilih terus aku nemu deh cheria travel (mau
tahu tentang travel itu intip disini reviewnya)
Pertama kali tiba di Turkey melalui Istanbul,
meskipun hanya numpang lewat saja tetapi tidak apa-apa deh. Soalnya, aku juga
cukup bahagia, melihat pria-pria Turkey yang he-em, ganteng pisan oi hehehe,
asal yang tidak pakai brewok, soalnya suka cowoq yang bersih hehehe. Ups, balik
ke topik. Dari bandara Turkey, aku langsung diajak ke pelabuhan agar bisa
ketujuan awal yakni Bursa.
Padahal
untuk menuju Bursa ada dua cara yakni lewat darat dan lewat laut. Entah alasan
apa travel ini memilih menggunakan jalur laut. Mungkin agar bisa melihat
pemandangan langsung dari feri kali ya, sebab melintasi Laut Marmara, sudah
bisa dipastikan panoramanya yang super damper keren banget lho. Apalagi
“melewati” dua benua, keren.
Sekilas Info: Laut Marmara (bahasa Turki: Marmara Denizi, bahasa Yunani modern: Μαρμαρα̃ Θάλασσα atau Προποντίδα, juga dikenal sebagai "Laut Marmora") ialah laut pedalaman yang menghubungkan Laut Hitam ke Laut Aegea, dan memisahkan Turki Asia dengan Turki Eropa. Selat Bosporus menghubungkannya ke Laut Hitam dan Selat Dardanella ke Laut Aegea. Luasnya 11,350 km² dengan kedalaman terbesar mencapai 1.370 m. Ada 2 kelompok pulau utama yang dikenal sebagai Pulau Pangeran dan Pulau Marmara (termasuk Avşa dan Paşalimanı).(sumber Wikipedia English Version)
Soalnya
pemandangannya sangat indah, mungkin lain kali kalau bertandang ke Turkey, mau
mencoba alternativ lewat darat. Tidak perlu kuatir karena banyak bus yang
beroperasi dari Istanbul ke Bursa hanya membutuhkan waktu tiga jam, tergantung
lalu lintas, kalau macet ya bisa lebih gitu.
Sedangkan menggunakan feri hanya membutuhkan waktu dua jam saja.
Mungkin, ini alasannya travel memilih feri agar tidak penat duduk terus di
dalam bus. Sedangkan menggunakan feri, kita bisa berjalan-jalan atau berada di
dek untuk mengambil foto.
Begitu
sampai di Bursa, perjalanan pun dilanjutkan. Masih belum diantar ke hotel,
karena kami diajak untuk menikmatin makanan terlebih dahulu di Bursa. Sudah
pasti seru banget. Aku sudah tidak sabar acara “bebas” alias begitu sampai
hotel. Tur hari pertama selesai dan akan dilanjutkan kembali. Sayang, jika
begitu sampai hotel, check in dan menaruh barang. Aku berniat untuk jalan-jalan
sendirian aja. Asal, tidak terlalu jauh dari penginapan.
Kebetulan
aku memilih paket hotel setara bintang lima, jadi hari pertama di Turkey aku
menginap disini neh. Mau tau dimana? Yes, aku menginap di hotel Sheraton Bursa.
Letak hotelnya ini sangat strategis banget. Sebab berada di distrik Nilufer dan
berdekatan dengan taman budaya baru Bursa. Bahkan hotel ini juga sangat dekat
untuk mengunjungi beberapa tempat seperti gunung Uludag, Turki ski resort prima
yang merupakan tempat favorit masyarakat Turki.
Di Bursa
juga terkenal dengan pemandian air panas. Tempat yang sempurna untuk bermalam,
apalagi hotel ini telah direnovasi dalam bangunan modern dan letaknya hanya 8
km dari masjid Ulu Cami dan 11 km dari Turk ve Islam Eserleri Muzesi.
Kenyamanan terasa saat berada di dalam kamar Sheraton Bursa, saat aku tiba di
dalam kamar. Aku bisa melihat pemandangan malam mempesona dari dalam jendela
kamar.
Langsung
saja aku bergegas untuk turun dan berjalan-jalan di sekitar hotel untuk melihat
malam di Bursa. Seru banget, tetapi tidak boleh terlalu larut. Karena besok tur
yang sebenarnya akan terjadi. Aku segera kembali
Walaupun
hanya semalam saja, tetapi sangat berkesan. Tentu saja, tidak lupa selfie
bersama di kamar yang nyaman dengan background lampu kota Bursa yang indah. Sampai ketemu lagi di hari kedua cerita aku pergi ke Turkey lantaran drama Turkey.
Pada
10:31 AM
Jadilah orang pertama yang berkomentar!
You've decided to leave a comment – that's great! Please keep in mind that comments are moderated and please do not use a spammy keyword. Thanks for stopping by! and God bless us! Keep Creative and Health